Accomodation

Mulai 2026 Biaya Traveling ke 6 Negara Ini Semakin Mahal

Have Seat Will TravelFenomena overtourism di mana jumlah wisatawan melebihi kapasitas dan daya dukung lingkungan/infrastruktur kini menjadi masalah serius di berbagai destinasi populer dunia. Akibatnya, banyak negara mengambil langkah tegas untuk mengendalikan arus masuk turis.

Mulai tahun 2026, Traveling ke 6 Negara Ini Semakin Mahal karena pemberlakuan atau kenaikan pajak turis yang signifikan. Kebijakan ini bertujuan ganda: mengurangi kepadatan dan mendapatkan dana untuk perbaikan infrastruktur. Bagi Anda yang berencana berlibur ke negara-negara berikut, bersiaplah mengeluarkan biaya ekstra!

Inilah 6 Negara yang Menaikkan Pajak Pariwisata

Untuk mengatasi overtourism, enam negara favorit wisatawan ini serempak menaikkan tarif pariwisata mereka, yang akan sangat memengaruhi biaya Traveling ke 6 Negara Ini Semakin Mahal:

1. Thailand: Biaya Masuk ‘Menginjak Tanah’

Thailand akan mengenakan biaya masuk pariwisata sebesar 300 baht (sekitar Rp 155 ribuan) kepada wisatawan asing, yang secara lokal dijuluki Kha Yeap Pan Din (menginjak tanah Thailand).

  • Berlaku: Mulai Februari 2026, untuk kedatangan melalui udara, darat, dan laut.
  • Alokasi Dana: Digunakan untuk mendanai asuransi perjalanan, peningkatan infrastruktur, dan sistem keselamatan pariwisata.

2. Jepang: Pajak Hotel dan Gunung Fuji

Setelah banjir turis pasca-pandemi, Jepang mengambil tindakan berlapis di lokasi-lokasi utama.

  • Kyoto: Menaikkan pajak hotel menjadi tarif tertinggi dalam sejarah, berlaku Maret 2026. Tarifnya progresif, mulai dari 200 yen (sekitar Rp 21 ribu) untuk penginapan bujet hingga 10.000 yen (sekitar Rp 1 jutaan) untuk hotel mewah per malam.
  • Gunung Fuji: Pendaki kini diwajibkan reservasi dan dikenai biaya masuk 4.000 yen (sekitar Rp 435 ribu) demi mengendalikan keramaian dan memastikan keselamatan.

3. Norwegia: Pajak Progresif untuk Akomodasi

Norwegia memberlakukan pajak turis sebesar 3% dari harga sewa penginapan dan tiket kapal pesiar, berlaku mulai 2026.

  • Sistem: Pajak ini progresif; semakin mahal akomodasi, semakin besar kontribusi pajaknya.
  • Tujuan: Mengurangi tekanan infrastruktur dan mendukung konservasi lingkungan di kawasan fjord dan Arktik yang rentan.

Baca juga: Bantul Bakal Punya Wisata Malam Baru di Pantai Selatan Yogyakarta

4. Yunani: Biaya Kapal Pesiar (Khusus Pulau Populer)

Penumpang kapal pesiar yang turun di pulau-pulau populer kini wajib membayar biaya, dengan tarif berbeda tergantung musim.

  • Musim Biasa (April-Mei, Oktober): 12 euro (Rp 231 ribuan) untuk Santorini dan Mykonos, serta 3 euro (Rp 58 ribuan) untuk pelabuhan lainnya.
  • Puncak Musim Panas: Tarif menjadi lebih tinggi, mencapai 20 euro (Rp 386 ribuan) dan 5 euro (Rp 97 ribuan).

5. Italia (Venesia): Biaya Masuk Harian Mendadak

Venesia kembali menerapkan biaya masuk untuk wisatawan harian guna mengontrol kepadatan kota.

  • Tarif Normal: 5 euro (sekitar Rp 97 ribu).
  • Tarif On-the-Spot: Biaya naik menjadi 10 euro (sekitar Rp 193 ribu) bagi yang datang kurang dari tiga hari sebelum kedatangan, mendorong perencanaan kunjungan lebih awal.

6. Spanyol (Barcelona): Pajak Ganda yang Terus Naik

Spanyol, khususnya Barcelona, menerapkan pajak berlapis. Wisatawan yang menginap membayar pajak Catalonia PLUS pajak tambahan Kota Barcelona.

  • Kenaikan Bertahap: Pajak tambahan Barcelona naik menjadi 4 euro (Rp 77 ribuan) per malam pada Mei 2025, lalu menjadi 5 euro (Rp 97 ribuan) per malam pada 2026. Bahkan, tarifnya diperkirakan mencapai 8 euro (Rp 154 ribuan) pada 2029.

Merencanakan Anggaran Baru

Kenaikan pajak ini adalah bagian dari strategi pariwisata berkelanjutan yang diterapkan oleh negara-negara maju untuk mengurangi kepadatan, melestarikan warisan budaya, dan memastikan pariwisata memberikan manfaat nyata bagi warga lokal.

Oleh karena itu, jika Anda berencana Traveling ke 6 Negara Ini Semakin Mahal pada tahun 2026 ke depan, pastikan Anda memperhitungkan biaya pajak turis ini dalam anggaran Anda. Perencanaan yang matang akan membantu perjalanan Anda tetap lancar dan menyenangkan!

Artikel ini bersumber dari detik dan untuk lebih lengkapnya kalian bisa baca di haveseatwilltravel
Penulis : Sarah Azhari
Editor : Anisa

Recent Posts

Bukan Sekadar Hemat: Strategi Cari Hostel Aman dan Nyaman Saat Backpacking ke Luar Negeri

Have Seat Will Travel - Data terbaru dari Hostelworld tahun 2023 mengungkap bahwa 72% wisatawan solo memprioritaskan interaksi sosial ketika…

7 days ago

Menembus Batas: Eksplorasi Rute Solo Traveling Asia yang Jarang Terjamah Wisatawan Umum

Have Seat Will Travel - Gelombang rute solo traveling Asia mencatat pertumbuhan signifikan pasca-pandemi, dengan data Agoda yang menunjukkan lonjakan…

2 weeks ago

Di Balik Klaim Travel Blogger: Investigasi Realita Biaya Liburan 2024

Have Seat Will Travel - Badan Pusat Statistik mencatat kenaikan signifikan 45 persen pada pergerakan wisatawan nusantara pada kuartal kedua…

3 weeks ago

Strategi Anggaran Realistis Keliling Eropa untuk Vlogger Pemula

Have Seat Will Travel - Data terbaru dari European Travel Commission menunjukkan biaya rata-rata akomodasi di Eropa melonjak 18 persen…

4 weeks ago

Dampak Overtourism: Mengapa Wisatawan Kini Mencari Surga Tersembunyi di Indonesia

Have Seat Will Travel - Fenomena penumpukan wisatawan atau overtourism di destinasi populer seperti Bali dan Labuan Bajo telah memicu…

1 month ago

Fakta Tersembunyi di Balik Booking Budget: Cara Cerdas Mendapatkan Akomodasi Nyaman dan Murah

Have Seat Will Travel - Sebuah survei yang dilakukan oleh Association of British Travel Agents (ABTA) pada tahun 2023 menemukan…

1 month ago