Have Seat Will Travel – Air Terjun Tiu Kelep adalah salah satu destinasi wisata alam yang memukau di kaki Gunung Rinjani. Keindahan dan pesona air terjun ini menjadikannya tempat yang sangat diminati oleh para wisatawan yang mencari ketenangan. Nama “Tiu Kelep” berasal dari bahasa Sasak, di mana “tiu” berarti kolam renang dan “kelep” berarti terbang. Dengan demikian, air terjun ini sering disebut sebagai “flying pool” atau kolam terbang. Keindahan alam di sekitar air terjun ini dan suasananya yang tenang membuatnya menjadi destinasi wisata yang luar biasa.
Air Terjun Tiu Kelep terletak di Desa Wisata Senaru, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat. Desa Senaru sendiri adalah pintu gerbang utama menuju Gunung Rinjani, salah satu gunung berapi yang paling terkenal di Indonesia. Lokasi air terjun ini cukup terpencil, sehingga membuatnya jauh dari keramaian. Pemandangan alam yang indah dan udara sejuk membuatnya menjadi tempat yang ideal untuk beristirahat dan bersantai.
Salah satu daya tarik utama Air Terjun Tiu Kelep adalah bentuk dan cara airnya mengalir. Air terjun ini memiliki aliran yang sangat tinggi dan terjatuh dengan bentuk setengah lingkaran. Air yang jatuh seolah terbang, menyatu dengan hembusan angin, memberikan kesan seolah-olah ada kolam yang melayang. Inilah yang membuatnya disebut sebagai “flying pool” atau kolam terbang.
Selain itu, kawasan sekitar air terjun juga sangat asri. Banyak pohon hijau yang menambah kesejukan udara di sekitar air terjun. Keindahan alam yang masih alami ini memberikan ketenangan tersendiri bagi pengunjung. Bagi sebagian masyarakat setempat, berendam di kolam air terjun ini dipercaya bisa memberikan kesegaran tubuh dan wajah yang awet muda. Oleh karena itu, banyak wisatawan yang datang ke sini untuk merasakan sensasi berendam di kolam alami ini.
Untuk mencapai Air Terjun Tiu Kelep, wisatawan perlu melakukan perjalanan melalui Desa Senaru, yang juga menjadi titik awal pendakian Gunung Rinjani. Dari Desa Senaru, perjalanan menuju air terjun ini memerlukan waktu sekitar 1 jam. Namun, perjalanan menuju air terjun ini bisa menjadi petualangan tersendiri. Jalur pendakian menuju air terjun ini cukup menantang, namun memberikan pengalaman yang tak terlupakan.
Ada dua rute yang bisa ditempuh untuk mencapai Tiu Kelep. Rute pertama dimulai dari Mataram menuju Senggigi. Kemudian, perjalanan diteruskan menuju Pemenang, Tanjung, Gondang, Bayan, dan akhirnya Desa Senaru. Dari Senaru, pengunjung harus berjalan sekitar 15 menit menuju Air Terjun Sendang Gile. Setelah itu, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan sekitar 45 menit untuk mencapai Air Terjun Tiu Kelep.
Rute kedua dimulai dari Mataram menuju Pusuk, kemudian dilanjutkan menuju Pemenang, Tanjung, Gondang, Bayan, dan Desa Senaru. Setelah sampai di Senaru, perjalanan diteruskan menuju Sendang Gile dan akhirnya mencapai Air Terjun Tiu Kelep.
“Simak juga: Danau Kelimutu: Keajaiban Alam dan Legenda Tiga Warna”
Air Terjun Tiu Kelep merupakan objek wisata yang sangat terjangkau. Harga tiket masuk untuk mengunjungi air terjun ini hanya sekitar Rp10.000 per orang. Biaya yang sangat murah ini memungkinkan pengunjung menikmati keindahan alam tanpa perlu khawatir tentang anggaran.
Air terjun ini buka setiap hari mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB. Pastikan Anda datang pada jam operasional tersebut untuk menikmati keindahan alam dan melakukan kegiatan seperti berendam di kolam alami atau sekadar bersantai di sekitar air terjun.
Tiu Kelep tidak hanya menawarkan keindahan visual yang memukau, tetapi juga berbagai aktivitas seru yang dapat dilakukan pengunjung. Salah satu aktivitas yang paling populer adalah berendam di kolam alami yang terbentuk di bawah air terjun. Banyak wisatawan yang menikmati kesegaran air pegunungan yang jernih di sini.
Selain itu, pengunjung dapat melakukan trekking di sekitar area air terjun, menikmati pemandangan alam yang hijau, serta merasakan kesegaran udara khas pegunungan. Jika beruntung, Anda bisa melihat berbagai jenis flora dan fauna yang hidup di sekitar kawasan ini.
Bagi para pecinta fotografi, Tiu Kelep menawarkan pemandangan yang luar biasa untuk dijadikan objek foto. Keindahan alam dan dramatisnya air terjun membuatnya menjadi spot foto yang sempurna.
Masyarakat setempat memiliki kepercayaan dan cerita yang menarik terkait dengan Air Terjun Tiu Kelep. Menurut cerita rakyat, sebelum mengunjungi air terjun ini, wisatawan sebaiknya memberikan sesajen dan meminta izin kepada konde ratu dan pere konde, yang dipercaya sebagai penjaga air terjun. Masyarakat sekitar sangat menjaga kelestarian air terjun ini dan mematuhi aturan yang ada.
Kepercayaan ini masih dipraktikkan oleh penduduk lokal dan menjadi bagian dari budaya yang ada di sekitar Desa Senaru. Ini menjadi simbol dari rasa hormat mereka terhadap alam dan kekuatan gaib yang mereka yakini ada di sekitar mereka.
Selain air terjun itu sendiri, keindahan alam di sekitar Tiu Kelep juga patut untuk dinikmati. Kawasan ini masih sangat asri dan jauh dari keramaian. Suasana yang tenang dan udara yang sejuk membuat Tiu Kelep menjadi tempat yang ideal untuk melepas penat. Wisatawan yang datang ke sini dapat menikmati keindahan alam sambil bersantai di pinggir air terjun atau berjalan-jalan di sekitar hutan yang hijau.
Jika Anda berkunjung pada musim hujan, Anda akan melihat air terjun ini dalam bentuk yang lebih dramatis, dengan air yang mengalir lebih deras dan suara gemuruh yang menyertainya. Momen ini menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi setiap pengunjung yang datang.
Air Terjun Tiu Kelep tidak hanya menarik karena keindahannya, tetapi juga karena atmosfer ketenangan yang ditawarkannya. Lokasi yang jauh dari keramaian dan kebisingan membuatnya menjadi tempat yang ideal untuk beristirahat dan menenangkan pikiran. Di sini, pengunjung dapat merasakan kedamaian sambil menikmati panorama alam yang luar biasa.
Bagi mereka yang ingin menikmati wisata alam yang lebih alami, Tiu Kelep adalah pilihan yang tepat. Di sini, Anda bisa menikmati keindahan alam yang masih terjaga dan merasakan sensasi kedamaian yang jarang ditemukan di tempat wisata lainnya.